Susu Bayi NAN pH Pro Solusi untuk Si Kecil yang Alergi Susu Sapi

Apa sih susu bayi Nan dari Nestle? Apakah bagus untuk si kecil yang alergi susu sapi? ASI eksklusif merupakan pemberian ASI yang disarankan oleh para ahli untuk diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Hal ini dimaksudkan karena ASI memiliki kandungan yang paling tepat untuk kebutuhan bayi baru lahir hingga 6 bulan. Jadi, pada usia tersebut bayi hanya diperkenankan untuk mengonsumsi ASI saja.

Lalu bagaimana jika tidak memungkinkan untuk memberikan ASI? Solusi yang dianjurkan adalah dengan memberikan susu formula pada bayi. Masalahnya lagi bagaimana jika si kecil alergi pada susu sapi? Mungkin sebagain bunda juga dibingungkan dengan hal ini. Solusinya sekarang sudah banyak tersedia jenis produk susu yang dirancang khusus untuk si kecil yang alergi pada susu sapi seperti susu bayi Nan dari Nestle.

Mungkin bunda belum terlalu paham apa itu susu bayi Nan dari Nestle. Nah, kami akan berikan sedikit ulasan mengenai Susu bayi NAN yang mungkin bisa jadi solusi bunda jika si kecil alergi pada susu sapi.

Susu bayi NAN adalah salah satu susu bayi yang termasuk dalam jenis susu parsial hidrolisat. Mengapa bisa disebut susu untuk bayi alergi susu sapi? Karena Jenis susu ini mengandung HA (hipoalergenik). Meskipun begitu, sebenarnya susu ini masih mengandung protein 18% sehingga masih menimbulkan sedikit reaksi alergi pada bayi. Tetapi, jenis susu ini memiliki rasa yang lebih enak dan bayi cenderung suka. Jadi, biasanya si kecil lebih memilih jenis susu ini dibandingkan dengan susu formula lain.

Susu bayi NAN HA dirasa memiliki nutrisi yang lengkap dengan komposisi seimbang dibanding susu formula lainnya. Untuk jenisnya, Susu bayi NAN HA ini ada tiga yaitu Susu NAN pH Pro 1, NAN pH Pro 2, dan NAN pH Pro 3. Nah, biasanya Susu bayi Nan pH Pro 1 yang sering digunakan karena masalah ASI macet terjadi pada usia 0-6 bulan setelah melahirkan.

Apa saja manfaat Susu Bayi NAN pH Pro 1

  1. Membantu mempertahankan fungsi cerna dalam tubuh si kecil
  2. Menunjang tumbuh kembang si kecil yang aktif
  3. Mengurangi resiko dari alergi pada bayi
  4. Ekstra kandungan kalsium untuk pertumbuhan tulang si Kecil
  5. Membantu perkembangan otak bayi sampai menginjak usia 2 tahun

 

Manfaat lain dari jenis susu ini adalah seperti campuran protein yang hipoalergik, mengandung probiotik yang membantu melawan bakteri berbahaya dalam sistem pencernaan, serta mengandung DHA dan ARA yang berkontribusi terhadap perkembangan otak dan mata bayi. Probiotik Bifidobacterium Longum yang ada yang membantu meningkatkan kerja sistem pencernaan bayi dan membantu mempertahankan kesehatan sistem pencernaan bayi. Dan kandungan Asam Linoleat (LA) dan asam Linolenat (ALA) yang merupakan asam lemak esensial yang baik untuk proses pertumbuhan bayi.

Tetap bunda perlu perhatikan tata cara mengonsumsi susu ini karena tetap harus dengan saran dan petunjuk dokter, ya, Bun. Aturan takarannya pun mutlak, karena dengan mengurangi takaran pakai dapat menyebabkan diare pada bayi. Susu jenis ini juga tidak mengandung Omega 3. Namun bunda tetap bisa memberikan si kecil susu bayi NAN ini untuk mengatasi solusi alerginya dibarengi dengan asupan gizi lain yang mengandung banyak nutrisi untuk menyeimbangkan antara kebutuhan nutrisi dan gizinya dengan yang dikonsumsinya. Semoga bermanfaat!

Susu Nestle NAN Cara Ampuh Atasi Alergi Susu Sapi pada Balita

Salah satu jenis alergi yang sering terjadi pada anak-anak adalah alergi susu sapi. Biasanya 2-8% bayi mengalami reaksi terhadap protein susu sapi. Namun perlu ibu ketahui jika tidak semua reaksi terhadap protein susu sapi merupakan reaksi alergi. Karena ada juga reaksi yang hampir mirip dengan alergi yakni Intoleransi Laktosa. Meskipun susu sapi merupakan sumber alergi yang sering terjadi, tidak menutup kemungkinan jika susu kambing dan domba juga bisa menjadi penyebab adanya alergi. Untuk mengatasi itu semua, Nestle menghadirkan susu Nestle NAN.

Gejala yang kerap dialami bayi saat mengalami alergi adalah kulit memerah dan bengkak, muntah-muntah serta sesak napas. Untuk gejala yang memerlukan waktu lama, bayi bisa saja mengalami nyeri perut, fases lembek disertai darah, mata berair, dan kolik.  Penyebab alergi terjadi karena sistem imun dalam tubuh bayi tidak berfungsi dengan sempurna sehingga mengidentifikasi protein susu sebagai zat yang membahayakan tubuh. Susu Nestle NAN bisa menjadi salah satu pilihan penganti ASI yang bebas dari protein hewani.

Sebagai susu alternatif yang bisa ibu berikan pada bayi yang memiliki alergi terhadap susu sapi, ibu bisa memberikan susu bayi Nestle NAN, karena merupakan susu parsial hidrolisat atau jenis susu yang mengandung HA (hipoalergenik) sehingga bisa dijadikan alternatif penggunaan susu selain ASI. Susu NAN merupakan pilihan utama bagi para ibu yang tidak bisa memberikan ASI sepenuhnya dan bayi memiliki riwayat alergi terhadap susu sapi.

Kenapa susu Nestle NAN menjadi sebuah pilihan yang tepat? Hal ini terjadi karena susu NAN memiliki kandungan komposisi nutrisi yang seimbang jika dibandingkan dengan jenis susu formula lainnya. Susunan nutrisi pada susu bayi NAN HA ini diklaim sebagai susu yang paling baik sebagai pengganti ASI. Susu Nestle NAN memiliki beberapa varian, yaitu Nestle NAN pHPro 1, NAN pHPro 2, dan NAN pHPro 3. Varian ini diproduksi berdasarkan usia bayi yang mengonsumsinya.

Untuk bayi 0-6 bulan, ibu bisa memberikan susu bayi NAN pHPro 1. Sedangkan NAN pHPro 2 untuk bayi yang memiliki usia 6-12 bulan dan NAN pHPro 3 untuk bayi berusia 1-3 tahun. Ketiga jenis susu ini diformulasikan secara khusus dengan kandungan OPTIPRO HA Protein hypoallergenic, DHA, dan Bifidobacterium Lactis yang dikenal mampu memberikan asupan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan tubuh balita.

Manfaat lain yang bisa ibu dapatkan saat memberikan susu NAN pHPro pada balita adalah sebagai berikut :

  1. Mampu mengurangi risiko terhadap alergi susu sapi pada bayi
  2. Membantu menunjang pertumbuhan fisik bayi yang mulai aktif bergerak
  3. Membantu mempertahankan sistem pencernaan pada balita
  4. Membantu perkembangan otak bayi hingga usia 2 tahun
  5. Kalsium yang terkandung dalam susu NAN pHPro mampu menjaga pertumbuhan tulang balita yang memang sedang dalam tahap pertumbuhan.

Banyak ibu yang memilih susu Nestle NAN sebagai pengganti atau penyambung ASI Karena keunggulan yang dimiliki. Kombinasi komposisi yang seimbang dan lengkap serta perpaduan protein Hypoallergenic dengan probiotik yang mampu mengatasi bakteri jahat dalam sistem pencernaan balita menjadi alsan utama kenapa susu NAN memiliki banyak peminat. Bukan hanya itu, susu jenis ini juga diperkaya dengan adanya kandungan DHA dan ARA yang memiliki peranan sangat penting dalam kesehatan mata balita.

Ibu bisa memenuhi kebutuhan nutrisi penting pada bayi dalam masa perkembangan fisik dengan memberikan susu bayi NAN pHPro. Selain untuk perkembangan fisik, bisa juga untuk perkembangan mental bayi, memelihara kesehatan bayi dengan komposisi yang diformulasikan khusus sesuai dengan usia bayi. Meskipun dikenal memiliki beragam manfaat untuk kesehatan bayi, ibu wajib memperhatikan tata cara dan takaran konsumsi susu untuk balita sesuai dengan petunjuk dokter.

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi dan tidak menyebabkan efek samping. Pemberian susu formula yang berlebihan bisa menyebabkan diare pada balita dan dapat merusak kesehatan bayi. Untuk itu, penting bagi ibu mengikuti semua aturan pemberian susu NAN pada balita. Pastikan pula bayi mendapatkan ASI terlebih dahulu sebelum ibu mengenalkan susu formula sebagai penyambung ASI.

Susu Nan Pro Solusi Tepat Bagi Bayi yang Alergi Terhadap Susu Sapi

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi kesehatan tubuh dan perkembangan otak bayi yang baru berusia 0-6 bulan. Nutrisi Air Susu Ibu (ASI) dikenal sebagai sumber gizi terbaik bagi bayi. Untuk itu semua instalasi kesehatan menyarankan untuk memberikan ASI Ekslusif selama enam bulan pada bayi. Namun tidak semua ibu berutung bisa memberikan ASI ekslusif pada bayi. Entah itu karena produksi ASI yang kurang ataupun karena tuntutan pekerjaan. Jika hal ini terjadi, salah satu cara yang  paing efektif adalah dengan memberikan susu formula sebagai pengganti ASI. Susu bayi NAN pro merupakan pilihan tepat untuk jenis susu formula yang bisa ibu berikan pada bayi.

Susu bayi NAN pro merupakan salah satu jenis susu parsial hidrolisat. Kandungan hipoalergenik (HA) pada susu NAN pro menjadi alasan kenapa susu jenis ini banyak disarankan untuk bayi yang memiliki alergi terhadap susu sapi. Meskipun demikian, kandungan protein yang ada dalam susu ini juga masih bisa menimbulkan risiko alergi pada bayi. Sehingga susu NAN tidak bisa dijadikan pilihan utama untuk mengatasi alergi terhadap susu sapi pada bayi. Pilihan utama bagi bayi yang memiliki alergi sebenanya adalah susu extensive hidrolisat. Namun karena rasanya yang kurang enak dan harganya yang terbilang cukup tinggi, banyak ibu yang lebih memilih susu NAN sebagai pilihan utama pengganti ASI.

 

Susu bayi NAN pro memiliki komposisi yang seimbang dengan kandungan nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan dengan susu formula lainnya. Keseimbangan pada susunan nutrisi yang ada pada susu jenis ini menjamin keamanan kesehatan meskipun dikonsumsi oleh balita yang belum memiliki sistem pencernaan sempurna. Susu NAN HA dari Nestle memiliki beberapa jenis sesuai dengan usia bayi yang mengonsumsinya seperti susu NAN pH Pro 1 untuk bayi usia 0-6 bulan, NAN pH Pro 2 untuk bayi usia 6-12 bulan dan NAN Ph Pro 3 untuk bayi usia 1-3 tahun.

Manfaat yang bisa ibu berikan pada bayi melalui pemberian susu NAN sebagai alternatif tambahan ASI adalah sebagai berikut :

  • Membantu meningkatkan dan mempertahankan fungsi sistem cerna pada tubuh bayi.
  • Mengurangi risiko alergi terhadap susu sapi pada bayi.
  • Berperan penting dalam perkembangan otak bayi hingga ia berusia 2 tahun.
  • Membantu tumbuh kembang bayi yang aktif dengan optimal.
  • Meningkatkan pertumbuhan tulang pada bayi dengan ektra kandungan kalsium yang terdapat pada susu NAN.

Kandungan Bifidobacterium Lactis, DHA dan OPTIPRO HA protein hipoallergenic yang terdapat pada susu Nestle NAN pH Pro memberikan asupan nutrisi yang sangat penting bagi tumbuh kembang tubuh balita. Keunggulan lain dari susu NAN pro ini adalah seimbangnya komninasi dan komposisi nutrisi gizi seperti campuran hipoalergik dan protein, serta probiotik yang berfungsi untuk melawan bakteri jahat dalam sistem pencernaan balita.

Saat usia bayi memasuki usia 2 tahun, maka mereka telah mencapai 50% tinggi badan saat mereka dewasa. Pada usia ini pula 80% besar otak yang dimiliki balita sudah ia capai. Berikan asupan nutrisi yang lengkap guna mendukung setiap tumbuh kembang balita. Dengan memberikan susu NAN kid pHPro 1, 2 dan 3 yang diformulasikan secara khusus untuk membantu tumbuh kembang tubuh dan otak bayi hasil uji riset dan produksi Nestle Research Centre, Switzerland ini, ibu bisa tenang dan tidak khawatir akan asupan nutrisi yang diberikan pada balita.

Kalsium yang terdapat pada susu bayi NAN pro juga sangat membantu atau berperan penting dalam mempertahankan kepadatan dan pembentukan tulang serta gigi pada balita. Kandungan lemak esensial seperti ALA dan LA serta kandungan 12 jenis vitamin plus 9 jenis mineral dalam susu Nan juga membantu menjaga dan mendukung setiap tmbuh kembang balita. Bukan hanya itu, kandungan Bifidobacterium lactis juga melengkapi daftar manfaat NAN kid pHPro dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta otak balita. Pastikan untuk memberikan asupan nutrisi yang terbaik agar tumbuh kembang anak juga bisa berjalan dengan baik dan seuai dengan usianya.

Ciri Umum Batuk Alergi Pada Anak

Ciri batuk alergi terkadang sulit dideteksi. Padahal ini sangat penting untuk memutuskan terapi ayang tepat diberikan. Ada banyak kasus dimana anak sedang batuk dan pilek, kemudian diberikan obat batuk pilek yang bukan alergi. bisa saja, gejala akan mereda, namun tak hilang dalam jangka waktu yang cukup lama. Tentu, ini dapat mengganggu tumbuh kembang buah hati Anda. Karena kondisi yang tak nyaman seperti batuk dan pilek, dapat mengganggu waktu istirahat dan nafsu makannya.

Untuk itu, orang tua harus lebih peka dalam melihat segala yang terjadi pada anak. Beberapa gejala umum yang timbul dari batuk dan pilek yang disebabkan oleh alergi, hampir sama dengan gejala flu atau batuk biasa.

Batuk Alergi, Apa itu?

Alergi adalah suatu kondisi dimana tubuh seseorang tak dapat mentoleransi kehadiran benda asing atau baru. Sehingga tubuh memberikan sebuah reaksi, yakni membentuk antibodi, dan melepaskan histamin. Ini adalah pertanda atau alarm, yang menyatakan bahwa tubuh tak mau dan tak mampu menerima alergen. Alergen adalah pencetus alergi.

Ciri batuk alergi secara umum hampir mirip dengan batuk dan pilek pada umumnya. Namun, biasanya terjadi dama kurun waktu yang lebih lama. Selama masih terpapar alergen, maka batuk pun tak akan hilang. Sedangkan tubuh sendiri dapat melemahkan alergen, dengan meningkatnya daya tahan tubuh, namun membutuhkan waktu.

Batuk alergi tidak disertai dengan demam, meriang, ngilu-ngilu pada persendian dan tulang. Berbeda dengan batuk yang disebabkan oleh infeksi. Namun, bukan tidak mungkin, bahwa batuk alergi muncul bersamaan dengan infeksi virus. Sehingga gejala alergi pun jadi tersamarkan.

Kemudian, batuk yang disebabkan oleh alergi, biasanya tak mengeluarkan dahak. Dan semakin terasa ketika ada dalam posisi berbaring atau tidur. Pada kondisi ini, dahak berkumpul, memenuhi paru-paru, kemudian naik ke tenggorokan. Nah, ini akan menimbulkan efek gatal ditenggorokan, seperti ingin digaruk. Sehingga menimbulkan batuk.

Meskipun demikian, adapula gejala batuk alergi yang serupa denganbatuk infeksi. Yakni, disertai dengan mata dan hidung berair, nafas yang sedikit berat, bahkan sampai berbunyi, dan juga dapat menjadi semakin parah jika tak segera di atasi dan menghindari alergen.

Jika pada batuk infeksi, biasa terjadi maksimal 14 hari, maka batuk alergi bisa lebih dari itu. Bahkan ada yang terjadi sepanjang tahun, atau muncul saat musim-musim tertentu. Misal, musim dingin, panas atau musim serbuk bunga.

Beberapa Pencetus alergi

Alergi umumnya terjadi karena makanan yang dikonsumsi. Pada usia anak-anak, alergi bisa terjadi karena anak intoleran terhadap susu sapi, makanan laut (seperti kerang, udang, cumi, kepiting, dan ikan), kacang-kacangan dan coklat.

Hal lain yang dapat menimbulkan alergi dalam bentuk batuk adalah udara yang terlalu ekstrim dan sesuatu yang terhirup. Misalkan, debu, bulu binatang, serbuk sari pada bunga, hingga polusi udara.

Makanan dan minuman dingin juga dapat menjadi salah satu hal yang menyebabkan alergi. maka, saat anak sedang batuk, hindari mengkonsumsi minuman dingin. Selain itu, juga harus menghindari makanan dan minuman yang manis, seperti permen, sirup, dan jajanan yang mengandung pewarna, pengawet, dan pemanis buatan.

Mengatasi Alergi Secara Umum

Sebenarnya, cara terbaik untuk mengatasi alergi adalah menghindari alergennya. Namun, jika toh alergi sudah menyerang, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan panik. Perbanyak minum air putih hangat, untuk memberi kenyamanan pada tenggorokan.

Jika terjadi sesak nafas, maka segera tidurkan anak dalam posisi miring. Pastikan, tak ada makanan di dalam mulut untuk mencegah terjadinya tersedak. Selanjutnya, Jika terjadi hidung tersumbat, berikan minyak aroma terapi atau minyak telon atau bisa juga minyak kayu putih. Dengan cara memberi pijatan lembut pada kening, area sekitar hidung, dan punggung. Ini dapat mengatasi kesulitan bernafas yang dikarenakan oleh hidung tersumbat.

Bagi anak dengan riwayat alergi, jangan lupa untuk selalu memakai masker untuk melindungi saluran pernafasan dari debu dan polusi udara. Lalu, jangan lupa juga untuk selalu memakaikan baju hangat bada cuaca dingin.

Yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan udara. Selalu bersihkan kipas angin, ventilasi udara dan AC. Ini penting agar sirkulasi udara di rumah terjaga kebersihannya. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan area bermain anak dari debu dan kutu. Seperti boneka, karpet, bantal, guling dan selimut.

Atasi Batuk Alergi dengan Meningkatkan Sistem Imun

Alergi adalah masalah imunitas. Beberapa akan sembuh dan hilang saat menginjak usia dewasa. Hal ini dikarenakan seiring pertambahan usia, sistem imun seseorang pun juga akan meningkat. Namun, untuk itu juga diperlukan asupan nutrisi yang baik.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, siapkan menu padat nutrisi. Sebaiknya, menu memiliki kandungan gizi yang komplit, seperti karbohidrat, vitamin, protein, mineral, dan kalsium. Hal ini dapat diperoleh dari sayur dan buah. Bayam, wortel, jeruk dan aneka berry memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Ciri batuk alergi dapat dideteksi juga dari aktifitas sehari-hari anak. Anak dengan batuk alergi akan tetap bermain seperti biasa. Tidak seperti batuk yang disebabkan oleh infeksi virus, yang dapat membuat anak lemah, lesu dan kehilangan semangat bermain. Jika perlu, berikan multi vitamin tambahan, untuk mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan sistem imun. Dengan begitu, anak dapat lebih fit dan tak mudah sakit. Jangan khawatir, batuk yang disebabkan oleh alergi, tidak menular kok!  Namun tetap harus diatasi dengan tepat agar tak mengganggu tumbuh kemban si kecil ya.

Mengenal Apa Itu Alergi Laktosa pada Anak Bayi?

Alergi laktosa, samakah dengan alergi susu? Jawabnya adalah serupa tapi tak sama. Sebelumnya, mari mengenal apa itu alergi dan segala hal yang menjadi pemicunya. Alergi adalah suatu bentuk pertahanan tubuh, yang memberikan peringatan, bahwa tubuh tak dapat menerima ‘benda asing’ tersebut, dalam hal ini adalah alergen. Jadi, untuk mencegah terjadinya alergi, maka hal yang harus dilakukan adalah menghindari alergennya.

Penyebab alergi dapat berasal dari berbagai sumber. Yang paling  utama, alergi disebabkan oleh makanan dan minuman. Beberapa diantaranya adalah susu, telur, makanan laut, kacang-kacangan, coklat, gluten dan sebagainya. Kemudian, penyebab alergi lain yang berasal dari luar, seperti cuaca yang terlalu ekstrim, debu, bulu binatang serbuk sari pada bunga, hingga kontak fisik dengan bahan kimia dan logam.

Lalu, Apa itu Laktosa?

Jika anda cermati, dibeberapa kemasan susu formula yang umum dipasaran, pasti Anda akan menemukan laktosa disana. Namun, pernahkan Anda mencari tahu, apa itu laktosa? Jadi laktosa adalah bentuk disakarida dari karbohidrat. Yang kemudian, dalam tubuh akan di pecah menjadi dua, yaitu galaktosa dan glukosa. Nah, dalam proses pemecahannya tersebut, dibutuhkan enzim laktase. Dimana enzim ini alaminya di produksi oleh pencernaan manusia.

Laktosa pada tubuh memiliki manfaat sebagai penyuplai energi, mebantuk penyerapan protein oleh tubuh, dan yang paling penting adalah untuk memelihara kesehatan saluran cerna. Namun, bagi beberapa orang, kehadiran laktosa malah membawa dampak buruk, yakni alergi.

Alergi Laktosa

Taukah anda, bahwa kandungan laktosa susu sangat besar? Sebagai sumber energi dan protein, 2-6% laktosa terkandung dalam sekali sajian susu. Namun, bagi orang yang mengalami intoleran laktosa, tak dapat mencernya. Sehingga muncullah gejala alergi.

Alergi laktosa disebabkan karena tubuh tak mampu memproduksi enzim laktase. Dimana, enzim laktase berperan dalam membelah laktosa menjadi dua kandungan yang lebih sederhana, agar dapat dengan sempurna diserap oleh tubuh. Yakni glukosa dan galaktosa. Sehingga, pada orang yang memiliki alergi terhadap laktosa, tidak dapat mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

Padahal, secara umum dan alamiah, semua mamalia yang terlahir kedunia akan disusui oleh induknya, dimana laktosa terkandung dalam jumlah yang cukup. Dan seiring bertambahnya usia, kandungan laktosa akan semakin berkurang, bergitu pula produksi enzim laktase dalam tubuh. Bahkan, di beberapa negara, laktosa masih dipertahankan sebagai asupan gizi utama bagi anak-anak maupun dewasa.

Alergi Laktosa, Belum tentu Alergi Susu Sapi, Lho!

Ini adalah kesalahan umum yang seringkali terjadi. Ketika anak menampakkan gejala alergi setelah mengkonsumsi susu sapi, lalu seketika dinilai si anak tersebut mengalami alergi susu sapi. Padahal belum tentu! Anak dengan alergi laktosa, masih dapat mengkonsumsi susu sapi yang tidak mengandung laktosa.

Gejala umumnya, hampir menyerupai. Seperti gangguan pencernaan, yang tampak dari adanya mual, muntah, dan diare. Lalu, gangguan pada kulit, dengan gatal-gatal sampai dengan terjadinya eksim. namun, ada beberapa hal yang dapat dikenali dari alergi laktosa.

Secara spesifik, pada anak dengan alergi laktosa, masih dapat mengkonsumsi produk makanan dan minuman yang mengandung susu, namun hanya mengandung sedikit laktosa atau tidak sama sekali. Sedangkan pada anak dengan alergi susu, benar-benar sama sekali tidak dapat mengkonsumsi produk susu sampai dengan turunannya. Kemudian, alergi laktosa muncul umumya menyerang salurang pencernaan. Dengan ditandai dengan meningkatnya produksi gas dalam saluran cerna, sehingga membuat perut anak menjadi kembuh. Jika diare, akan menimbulkan buih atau busa pada feses dengan bau yang khas. Dan yang pasti, jika alergi susu berkaitan dengan sistem imun, maka laergi pada laktosa sama sekali tidak berkaitan dengan sistem imun.

Selanjutnya, alergi susu sapi biasa terjadi pada bayi dan anak-anak. Sedangkan alergi laktosa terjadi pada jenjang usia yang lebih luas. Bahkan, seringkali terjadi pada orang-orang dengan usia dewasa.

Alergi laktosa dapat dihindari dengan mengkonsumsi produk susu dengan kandungan laktosa yang tiinggi, seperti keju dan yogurt. Meskipun demikian, ada beberapa produk keju dan yogurt dengan kandungan laktosa yang lebih sedikit. Selebihnya, biasakan untuk membaca kemasan produk makanan atau minuman yang mengandung susu. Jika terdapat kandungan laktosa didalamnya, sebaiknya dihindari agar tak menimbulkan gejala alergi.

Sebagai sumber kalsium susu sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Jika Anda dan si kecil tak mengkonsumsi laktosa, maka penuhi kebutuhan kalsium tubuh dari beberapa sumber makanan lain, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, daging, dan buah. Namun, anda juga kini sudah dapat membeli banyak sekali produk susu yang bebas laktosa.

Beberapa jenis keju dan yogurt ‘live-culture’ memiliki kandungan laktosa yang lebih rendah lho. Kedua produk susu ini masih bisa dicoba untuk dikonsumsi, karena bagaimanapun juga, ada bakteri baik yang terkandung didalamnya. Bakteri baik tersebut sangat baik untuk memelihara kesehatan saluran cerna.

Mengatasi Alergi Laktosa Pada Anak

Gejala alergi laktosa pada anak, dapat muncul setelah 30 menit anak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa yang tinggi. dokter, biasanya akan menganjurkan untuk memberikan susu bebas laktosa terlebih dahulu, untuk melihat gejala selanjutnya. Jika gejala sudah dapat dihentikan, berarti memang benar, bahwa anak tersebut mengalami alergi laktosa. Namun jika gejala berlanjut, bisa berarti anak mengalami alergi susu sapi. Semakin cepat alergi terdeteksi, maka akan semakin cepat solusi ditemukan. Karena gejala alergi yang berkelanjutan akan mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang si kecil.

Temukan Solusi Gatal Alergi Pada Anak

Temukan Solusi Gatal Alergi Pada Anak

Gatal-gatal yang disebabkaan oleh alergi pada anak bukanlah penyakit yang menular. Akan tetapi tak dapat pula disepelekan. Alergi adalah respon tubuh yang menandakan bahwa tubuh menolak untuk bersentuhan atau kemasukan “benda asing”(yang disebut dengan Alergen).  Tubuh yang tak dapat mentoleransi kehadiran alergen akan memberikan sinyal berupa pelepasan histamin, yang menimbulkan beberapa efek. Seperti muntah, mual, pusing, diare, sesak nafas dan gatal.

Beberapa Pencetus Alergi Pada Kulit Anak

Ada banyak kasus, dimana alergi pada anak tidak dideteksi oleh orang tua. Hal ini dikarenakan, gejala yang timbul mungkin masih dalam batas ringan, sehing tak dianggap membahayakan. Namun, sesungguhnya, sekecil apapun, alergi tetap harus diwaspadai. Karena, selain dapat mengganggu tumbuh kembangnya, juga dapat memberikan dampak negatif pada kesehatannya.

Alergi adalah suatu kondisi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor turunan dan lingkungan. Kedua faktor ini tak dapat dipisahkan. Karena saling berkaitan satu sama lain. bagi yang memiliki riwayat alergi secara genetis, maka harus lebih berhati-hati. Sebisa mungkin menghindari alergen atau penyebab alergennya.

Ada beberapa pencetus alergi pada anak yang menyebabkan gatal. Yang pertama adalah karena makanan atau minuman yang dikonsumsi. Jika anda menemukan gejala alergi pada anak, yang harus anda lakukan adalah mengingat kembali, makanan apa saja yang dikonsumsi oleh anak-anak Anda. Alergi biasa muncul dalam kurun waktu 3×24 jam. Kacang-kacangan, coklat, makanan laut, telur, ikan telur dan susu. Ada pula keju dan produk turunan susu lainnya. Lalu, obat-obatan pun dapaat meninmbulkan alergi, lho. Sehingga dibeberapa layanan kesehatan, sebelum pemberian obat akan diberikan semacam suntikan uji alergi terlebih dahulu, atau memberikan obat anti alergi, untuk menghindari alergi yang diakibatkan oleh intoleransi obat.

Sedangkan yang untuk hal lainnya, alergi juga dapat disebabkan oleh kontak fisik. Misal, apabila buah hati Anda bermain di tempat yang kotor dan berdebu. Kemudian, gatal juga bisa terjadi akibat kontak fisik dengan hewan berbulu, seperti kucing, anjing, kelinci, dan lain sebagainya. Selanjutnya, alergi yang menyebabkan gatal-gatal juga dapat disebabkan oleh kutu tengau. Cuaca ekstrim, panas atau dingin, juga perubahan cuaca yang begitu drastis pun dapat menjadi pencetus alergi pada anak.

Alergi yang timbul pada kulit juga sangat umum terjadi akibat kontak dengan bahan-bahan kimia. Misalkan produk sabun, shampoo, baby oil, dan logam. Selain itu, pakaian, selimut, sprei, dan handuk dengan bahan yang kasar dan tak menyerap keringat pun bisa juga menjadi salah satu penyebab gatal kulit pada anak lho.

Waspadai Gejala Alergi Pada Kulit

Alergi pada kulit dapat dikenali dengan berbagai macam bentuk. Diantaranya adalah :

  • Adanya ruam kemerahan pada kulit, bentol-bentol, berbentuk seperti jerawat namun berisi air
  • Terdapat bentuk yang sama dikedua sisi. Misal, pipi kanan dan kiri, tangan kanan dan kiri, paha kanan dan kiri, dan semacamnya
  • Bentol berukuran 1 hingga 2 mm, yang lama kelamaan akan menyatu, seiring dengan pembentukan antibodi tubuh seseorang
  • Jika sudah parah, terjadi pengelupasan kulit, bentol atau luka akan menebal dan kering, juga tak kunjung sembuh
  • Lokasi bentol atau ruam berada pada daerah pipi, siku, tengkuk, pergelangan tangan, bagian bawah tubuh, dan lipatan-lipatan tubuh

Atasi Alergi Dengan Cepat dan Seksama

Jangan panik! Itulah yang harus dilakukan jika Anda menembukan gejala alergi pada anak. Secara trasional, Anda dapat memberikan air kelapa muda (kelapa hijau). Jangan lupa untuk banyak  banyak memberi minum air putih. Hal ini untuk menjaga asupan cairan tubuh dan memperlancar metabolisme.

Untuk merawat kulit yang gatal-gatal karena alergi, dapat dilakukan beberapa cara. Pertama, pastikan, gatal yang terjadi pada kulit, berair (basah) atau tidak. Jika berair (basah), bisa dilakukan kompres dengan cairan antiseptik atau air hangat yang telah diberi antiseptic untuk luka. Jika kering, dapat dioleskan salep, krim, lotion khusus untuk gatal. Selain itu Anda juga dapat menggunakan bedak khusus yang mengandung bahan khusus untuk meredakan rasa gatal pada kulit.

Untuk menekan rasa gatalnya, dapat diberikan obat yang mengandung anthistamin. Anthistamin berguna untuk meredakan rasa gatal berlebih yang ditimbulkan oleh histamin yang diproduksi oleh tubuh.

Alergi Dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak?

Anak dengan alergi sesungguhnya tak memiliki perbedaan dengan anak-anak seusianya yang lain. hanya saja, orang tua perlu memberi perhatian ekstra menyangkut hal-hal yang membuatnya alergi. menghindari alergen adalah suatu keharusan. Selain itu, asupan makanan bernutrisi sangat penting untuk menjaga stamina anak. Alergi , akan mudah menghinggapi anak dengan daya tahan tubuh yang lemah. Seiring dengan bertambahnya usia dan meningkatnya sistem imun tubuh anak, beberapa jenis alergi akan hilang.

Gatal alergi pada anak dapat menghambat tumbuh kembangnya, jika tak diatasi dengan baik. Bayangkan saja, jika anak mengalami gatal-gatal, sudah pasti akan mengganggu aktifitas bermainnya. Ruang geraknya jadi terbatas, padahal bergerak adalah salah satu aktifitas anak yang harus dilakukan untuk mendukung perkembangan motorik kasarnya. Waktu istirahat anak juga akan terganggu dengan gatal-gatal pada kulit yang terjadi sepanjang hari. Terlebih, jika anak terus menerus menggaruk bagian tubuh yang gatal, dikhawatirkan akan terjadi infeksi pada kulit. Sehingga, penyembuhannya akan lebih lama. Hal lain yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak ialah jika alergi tak hanya memberikan efek gatal dikulit, tapi juga gejala – gejala lain. seperti mual, muntah, diare, pusing, hingga gangguan pernafasan.

Yuk, Kenali Gejala Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil

Gejala alergi susu sapi pada anak dapat dilihat secara kasat mata. Biasanya muncul beberapa jam atau seketika setelah anak mengkonsumsi susu formula. Anak diatas usia 6 bulan, sudah lepas dari ASI eksklusif. Beberapa orang tua memilih untuk menambah asupan nutrisi dengan tambahan minuman berupa susu formula. Alih-alih mendapatkan manfaatnya, bayi malah mengalami alergi.

Alergi yang segera di atasi akan mengganggu tumbuh kembang bayi lho. Beberapa langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan filter terhadap apa saja yang dikonsumsi oleh bayi. Dan kenali dampaknya.

Alergi Susu Sapi atau Intoleran Laktosa?

Ada dua hal yang serupa tapi ternyata tak sama, yaitu alergi susu saapi dan intoleran laktosa.

Jadi, alergi susu sapi adalah suatu kondisi dimana anak tak dapat mencerna apapun yang memiliki kandungan susu sapi. Selain itu, alergi bukanlah penyakit, namun kelainan sistem imun pada tubuh, yang secara otomatis muncul akibat menerima sinyal dari pencernaan, bahwa ada ‘sesuatu’ yang masuk dan tidak dapat diterima oleh tubuh. Sehingga antibodi membentuk histamin, yang menimbulkan efek alergi seperti gangguan pencernaan, pernafasan, hingga gangguan pada kulit.

Sedangkan intoleran laktosa, tak melibatkan sistem imun pada tubuh, melainkan ‘murni’ karena pencernaan tak dapat memproduksi enzim laktase yang berfungsi untuk memecah laktosa, menjadi glukosa dan galaktosa. Padahal keduanya sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai penyuplai energi dan untuk menjaga saluran cerna. Namun karena ketidak mampuan tubuh membentuk enzim laktase dalam jumlah cukup, sehingga kehadiran laktosa malah menyebabkan terjadinya intoleransi, sehingga munculah gejala yang menyerupai gejala alergi tersebut.

Untuk membedakan antara keduanya, langkah yang dapat ditempuh adalah melakukan filter dengan memberikan susu dengan kandungan laktosa yang rendah atau yang bebas laktosa. Jika si kecil mengalami alergi laktosa, tentu gejela alergi nya akan mereda. Namun jika gejala alergi masih berlanjut, maka susu dapat diganti dengan susu soya. Karena, apabila anak mengalami alergi susu sapi, sudah tentu anak tak bisa mengkonsumsi segala sesuatu baik makan ataupun minuman yang mengandung susu sapi, begitu juga dengan turunannya, seperti keju, yogurt, dan lain sebagainya. Berbeda dengan intoleran laktosa,yang masih tetap dapat mengkonsumsi produk susu, namun dengan jumlah kandungan laktosa yang lebih kecil. atau bahkan tanpa kandungan laktosa.

Berbagai Gangguan Pencernaan Akibat Alergi Susu Sapi

Gejala alergi susu sapi pada bayi, umumnya menyerang saluran pencernaan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Diare

Apabila anak mengalami buang air besar sebanyak 5 kali dalam sehari atau lebih, dengan tinja cair, bisa dipastikan anak mengalami diare. Ciri khas lain dari diare adalah tinda memiliki aroma menyengat dan berwarna kuning. Diare yang disebabkan oleh alergi, disertai dengan lendir, bahkan terkadang sampai berdarah. Selain itu, anak atau bayi akan mengalami ruam kulit kemerahan atau iritasi pada area popok.

Apabila si kecil terkena diare, berikan asupan cairan yang cukup. Berikan oralit 3 kali sehari untuk menghindarkan si kecil dari dehidrasi. Apabila gejala tak kunjung membaik, atau si kecil tampak gelisah dan rewel, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus.

  • Kolik

Kolik adalah gangguan pencernaan yang juga dapat disebabkan oleh alergi susu sapi. Pada kondisi ini, si kecil seringkali rewel ditengah tidurnya. Yang terjadi pada kolik adalah, perut kram, gelisah, dan berkeringat di area kepala.

Gejala sembelit atau susah buang air besar dapat dilihat Apabila si kecil tak buang air besar selama 3 hari. Atau, si kecil tampak mengejan kesakitan sewaktu buang air besar. Gejala lainnya adalah tinja yang geras dan bergerindil. Juga, BAB yang disertai dengan darah. Jika sudah begitu, bisa dipastikan si kecil sedang mengalami sembelit. Untuk itu, dapat di  atasi dengan berbagai cara.

Memberikan cairan yang cukup. Bisa dari asi, air hangat, atau susu. Apabila sembelit diduga karena alergi, ibu dapat mengkonsultasikannya kepada dokter. Jika si kecil sudah mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka, ibu dapat memberikan makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti buah dan sayur. Selain itu, ibu juga dapat memberikan pijatan ringan dan lembut di area perut dan punggung. Caranya, pijat perut bayi secara lembut dan perlahan, dari bawah pusar, keatas, berputar searah jarum jam. Pada punggung, pijat punggung dengan lembut dari atas ke bawah.

Solusi Mengatasi Alergi

Sebanyak 2% bayi, diawal mencoba susu sapi akan mengalami alergi, karena daya tahan tubuh nya belum terbentuk dengan baik.  Sehingga menganggap susu sapi merupakan hal yang berbahaya bagi tubuh, lalu muncullah gejala alergi sebagai tanda bahaya. Namun, seiring dengan pertambahan usianya, biasanya alergi susu sapi akan hilang pada usia 3 tahun.

Untuk mengatasi alergi susu sapi, ibu dapat mengganti susu pertumbuhan buah hati Anda dengan susu soya. Dengan kandungan isolat protein, susu soya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil agar dapat tumbuh secara optimal. Di samping itu, pemenuhan nutrisi yang berasal dari sumber makanan juga tetap harus terpenuhi.  Menu sehat yang meliputi, buah, sayur, protein hewani dan nabati, dan karbohidrat  dapat dikonsumsi setiap hari secara bergantian.

Gejala alergi susu pada bayi dapat diminimalisir dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya. Dan terus dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun. Dengan di dampingi makanan padat bernutrisi. Sebelum memberikan susu formula, sebaiknya lakukan konsultasi kepada dokter spesialis anak terlebih dahulu.